Jejak Langkah SMP Negeri 1 Sleman: Dari Medari Menuju Prestasi
Di sebuah sudut Dusun Jetis, Caturharjo, Sleman, berdiri sebuah sekolah yang menyimpan jejak panjang perjalanan Pendidikan: SMP Negeri 1 Sleman, yang dahulu dikenal sebagai SMP Medari. Kisahnya dimulai pada 1 Agustus 1946, saat Indonesia baru saja merdeka. Di tengah semangat membangun bangsa, sekolah ini hadir sebagai sekolah swasta sederhana, menjadi bagian dari harapan masyarakat akan masa depan yang lebih baik.
Lima tahun kemudian, tepatnya pada 10 Januari 1951, SMP Medari resmi menjadi sekolah negeri. Sejak saat itu, langkahnya semakin mantap. Di atas lahan seluas 13.550 m² milik Kasultanan Yogyakarta, sekolah ini tumbuh, tidak hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter generasi muda.
Perjalanan panjang tentu tidak selalu mulus. Namun, semangat untuk terus berkembang tidak pernah padam. Memasuki tahun 2000, SMP Negeri 1 Sleman mulai menguatkan diri melalui penerapan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. Setahun kemudian, sekolah ini dipercaya sebagai Sekolah Efektif dengan pendampingan konsultan internasional. Kepercayaan itu berlanjut pada tahun 2003, ketika SMP Negeri 1 Sleman ditetapkan sebagai salah satu SMP andalan di Kabupaten Sleman.
Langkah besar berikutnya datang pada tahun 2004, saat sekolah ini menjadi Sekolah Standar Nasional pertama di Kabupaten Sleman. Sebuah capaian yang tidak hanya membanggakan, tetapi juga menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh. Tahun 2007, SMP Negeri 1 Sleman dipercaya sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Sebuah fase penuh tantangan sekaligus peluang, yang membentuk ketangguhan sekolah dalam menghadapi perubahan.
Namun, perjalanan tidak selalu berada di puncak. Tahun 2013 menjadi titik balik ketika program RSBI dibubarkan. Saat itu, sekolah dihadapkan pada berbagai tantangan—penyesuaian sistem, keterbatasan sumber daya, hingga dinamika kualitas peserta didik. Tetapi dari sanalah, karakter sejati SMP Negeri 1 Sleman teruji. Sekolah ini tidak berhenti, justru bangkit dan berbenah, menemukan kembali kekuatannya sebagai sekolah yang mandiri dan adaptif.
Semangat itu terus tumbuh. Tahun 2019, Perpustakaan “Sinergi” meraih akreditasi A, menjadi simbol kuatnya budaya literasi di sekolah. Dan pada tahun 2025, kerja keras seluruh warga sekolah membuahkan hasil luar biasa: penghargaan Adiwiyata Mandiri dari Kementerian Lingkungan Hidup. Sebuah pencapaian yang diraih melalui proses panjang, penuh kolaborasi antara guru, karyawan, peserta didik, dan orang tua.
Di balik prestasi itu, ada kebiasaan sederhana yang bermakna besar—Tumitlangkung (Tujuh Menit untuk Lingkungan). Setiap hari, seluruh warga sekolah meluangkan waktu sejenak untuk merawat lingkungan. Dari kegiatan kecil inilah tumbuh rasa peduli, tanggung jawab, dan cinta terhadap lingkungan.
Hari ini, di bawah kepemimpinan Bapak Agus Istiyadi, S.Pd., M.Pd., SMP Negeri 1 Sleman terus melangkah maju. Didukung oleh tenaga pendidik yang kompeten dan berdedikasi, sekolah ini berkomitmen mengembangkan potensi setiap peserta didik. Berbagai program akademik dan nonakademik dirancang untuk memastikan bahwa setiap anak memiliki ruang untuk tumbuh, berprestasi, dan menjadi versi terbaik dirinya.
Karena di SMP Negeri 1 Sleman, kami percaya:
setiap anak adalah istimewa, setiap langkah adalah proses, dan setiap usaha adalah bagian dari perjalanan menuju masa depan.
SMP Negeri 1 Sleman — Berkarakter dan Berprestasi.
